I’m Official Graduate…

Written by Petry  Tagged , No Comments »

Thank you JESUS ^^… 謝謝… 謝謝…

我很高興!!!

Congratulations! 恭喜!!!

22 July 2009, 8.25 PM. Hari yang bersejarah dalam hidupku. Hari dimana kedua penguji itu memberikan jabatan tangan, congratulations! Now, I’m officially graduate. \^o^/

Setelah perjuangan selama 2 tahun, jatuh.. bangun.. jatuh lagi.. bangun lagi… It’s all because HIS grace :)

Sebelum aku tulis blog ini, aku sempat baca previous blog Unforgettable Week in May 2009 . Ehm… klo baca itu, aku ingat gimana aku takut ga bisa ikut ujian, gimana takutnya aku ga bisa menyelesaikan sekolah ini dengan baik. But, thanks GOD punya ortu yang dukung aku dan bisa menenangkan hatiku. Sehingga, sejak hari itu aku punya keyakinan klo Tuhan pasti tolong aku, Tuhan buka jalan buat aku. Meski belum kelihatan secara nyata, tapi aku yakin klo pasti akan indah banget hasilnya :D

Buktinya udah nyata banget. Untuk bisa ikut ujian, aku harus punya paper yang udah di publikasi, dan Tuhan jawab itu di tgl 1 Juli. Meski harus nunggu untuk waktu yang lama, tapi aku senang! Itu proses perjalanan iman yang harus aku lalui. Ehm.. trus, aku harus maju ujian. Ehm.. ini yang ga bisa aku bayangkan. Aku ga punya gambaran apapun tentang apa yang aku mau sampaikan. Tapi, itulah hebatnya Tuhanku. Aku harus melalui proses dimarah-marahin ma prof aku. Aku dah bikin dari chap 1-5, aku kasih ke prof. Dia kasih comment dengan nada yang hmm… klo mau dimasukin hati, pasti bisa luka dimana2. Tapi, dengan kasih dari Tuhan, aku bisa tersenyum dengan comment dia yang demikian. Ga cuma sekali, berkali2 dia seperti itu, tapi balas lagi dengan senyuman :D

Sampe akhirnya, jadwal ujian ku keluar. Yang harusnya tgl 14, jadi tgl 22 July. Dalam hati, aku sempat kecewa.. knp harus mundur lagi. Tapi satu hal yang aku pelajari, pasti ada rencana Tuhan sehingga harus mundur. Jadinya, mengucap syukur lagi :D. Tibalah hari yang dinantikan, 22 July 2009.

Ortu di Surabaya jg udah menyusun rencana untuk menghadapi The BIG Day, “My Final Defense”. Mereka berangkat lebih awal ke Carat untuk berdoa. Mereka start berdoa 16.35 WIB (ga sangka klo mereka doa dari jam segitu). Pagi itu, mamaku ada kirim sms untuk berdiam diri di hadapan Tuhan, maka akan dapat kekuatan baru seperti burung rajawali. Sorenya, sebelum maju ujian, mama krm sms lagi “majulah bersama Tuhan. Dia yang akan menjawab setiap pertanyaan. Jangan lupa panggil namaNya.” Dan aku maju bersama DIA, yang memberikan kekuatan padaku.  Tak lupa, aku jg sms laose, dan teman2 gereja buat dukungan doa.

Setelah presentasi, ada sesi tanya jawab. Dari Prof Hu cuma ada sekali pertanyaan. Dari Prof Chung ada 3 kali, tapi “basic” banget. hahaha.. pertama, selama 2 tahun ini apa yang udah km pelajari dengan riset ini?… kedua, apakah km cukup yakin dan bisa mengembangkan ilmu yang sudah km dapat ini di dalam karir km?… ketiga, kontribusi apa yang km berikan bagi?… km harus berikan jawaban, jika tidak berarti km gagal. Pertanyaan yang sangat-sangat basic :) WOW!

Selesai presentasi dan Q&A (membutuhkan 40 menit), aku di suruh keluar dan mereka berunding. Tak lama kemudian, mereka keluar dan memberikan aku jabatan tangan, artinya aku LULUS!!!!!! Puji TUHAN!!!!! Segera, aku sms papa mamaku, aku sms Sherly juga yang langsung di balas telp.

Papaku membalas smsku, dan bilang… Puji Tuhan, papa mama juga baru selesai berdoa pas sms km masuk. Ternyata mereka berdoa dari jam 16.35 - 20.25 WIB. Ehm.. ga heran pertanyaan dari Prof Chung demikian. Ternyata ada yang berdoa “kenceng” banget. Aku jadi membayangkan seperti ini, papa mamaku seumpama Harun dan Musa yang berjaga-jaga di atas bukit, sedangkan aku adalah Yosua yang maju berperang.

Pagi ini, papaku kirim sms “Lama sudah moment kemarin Papa tunggu, akhirnya datang jua ditambah lulus lagi, tak habis-habisnya bersyukur n sukacita. Dulu nunggu tgl 14-7, lama dan ditunda. Sekarang bebas lega sudah.” Aku bisa bayangkan gimana papa mamaku pun juga ikut seneng. Selama ini, aku bisa cerita semuanya ke mereka tentang problema yang aku hadapi selama kuliah.. dan sekarang selesai sudah. Puji Tuhan!

Aku bersyukur punya Prof seperti Lai. Yang udah Tuhan kirim buat membimbing aku dan juga “membentuk” karakter aku saat berhadapan dengan dia. Saat dimana dia memandang rendah dan under-estimate terhadap aku, tapi aku harus tetap bangkit dan ga boleh kalah dengan “penilaian” dia terhadap aku. Saat dia marah-marah, aku harus tetap tersenyum. Saat dia bad mood, aku harus tetap good mood.

Tak lupa juga, aku mau terima kasih buat teman-teman yang udah berdoa dan juga mendukung aku dalam study. Klo disebutin satu-satu, bisa panjanggggg banget. Tuhan memberkati kalian semuanya… berkat melimpah atas kalian :D

Thank you Jesus^^…

It’s only by YOUR grace that I could live today, forever I will praise YOUR name

Solar Eclipse

Written by Petry  Tagged , No Comments »

22 July 2009, hari itu aku bisa bangun pagi hari jam 7.30. Aku bangun, berdoa, dan mandi. Siap-siap untuk ketemu ma Prof. Hu jam 8.45an buat kasih dokumen thesis ujian sore harinya. Di perjalanan, aku melihat seorang laki-laki yang memandang ke langit sambil menggunakan magnetic disc (mungkin bahan dari disket). Aku terheran-heran… ada apa gerangan. Hingga akhirnya aku tiba di lab dan mulai menyalakan komputer. Aku melihat berita di Yahoo! ternyata ada Gerhana Matahari!

Awalnya aku biasa saja, ga berusaha untuk melihat juga. Sampe akhirnya Sherly telp aku berkali untuk aku bisa ikutan lihat. Tapi apa daya… aku pun ga bisa melihatnya :D Meski pake kamera, ato krn kameraku yang ga bagus ya.. hahaha…

Dan untuk pertama kalinya, selama 2 tahun aku sekolah di CYCU, aku naik ke tempat paling atas dari EE building hanya untuk melihat gerhana matahari. Hasil fotonya di sebelah kanan gambar di atas. Klo yang sebelah kiri, aku ambil dari news di internet. Ehm.. meski aku ga bisa lihat gerhana matahari seperti yang digambar sebelah kiri, aku cukup puas dengan hasil foto yang aku dapatkan. Entah kenapa, tapi aku seneng pas lihat gambar matahari itu.

Oh iy, pernah bayangkan ga terjadi gerhana matahari itu… Semua orang pada lihat ke atas. Seolah-olah sedang melihat Tuhan… berusaha melihat Tuhan. Semuanya pengen tau, seperti apa Tuhan itu. Dan saat mereka melihatNya, mereka pasti tersenyum… Temanku membayangkan, bahwa semua orang sedang memuji Tuhan saat itu. Hampir setiap orang di 1/2 belahan bumi yang bisa lihat gerhana matahari, sedang melihat ke atas. WOW!!!! The moment like that coming soon!

Pagi hari itu, aku pun merasakan sukacita banget… aku merasa, hari itu sungguh indah. Aku bisa bangun pagi, merasakan udara pagi hari, lihat matahari, hm… indah banget deh.. Ditambah, sore harinya aku bakalan final defense S2. Oh iy, yang bikin aku bahagia jg, pas aku anterin buku buat Prof. Hu, dia terima dengan senyum mengembang di wajahnya, persis seperti matahari pagi itu… The world is so beautiful!

Thank you, Jesus^^

Friends..

Life No Comments »

Bukan judul serial TV… episode kali ini (lho kok pake episode…katanya bukan serial TV)… bertemakan tentang “FRIENDS”.

ehm… punya teman itu menyenangkan. ada yang bisa diajak bagi suka dan duka, ada yang bisa suka aja ato cuma duka aja. ya, masing-masing dari mereka punya kepribadian sendiri-sendiri. dan itu juga tergantung dari kepribadian kita yang bisa terima orang lain apa ga. juga tergantung dari keterbukaan kita terhadap teman itu… so, klo kita terbuka pasti temen itu bisa diajak dalam suka dan duka.

saat jauh dari keluarga, peran teman itu sangat penting. klo kita dapat temen yang baik, pasti tingkah laku kita juga baik. tapi klo dapat temen yang ga baik, ya pastinya tingkah laku kita juga jadi ga baik. Alkitab ada mengatakan “pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.” Meski kita dari keluarga baik-baik, tapi klo lingkungan ga baik.. pasti jadi tertular ga baik.. lihat mayoritas.. susah lho.. minoritas mempengaruhi mayoritas, untuk bisa bertahan aja udah bagus :) … aku dah mengalami lingkungan yang ga baik… jadiny, bisa ngomong seperti di atas…

nah, dalam pertemanan pasti ada yang namanya temen baik ato temen deket. dimana kita bisa cerita segala macam, dari A sampe Z, dari harga cabe di pasar sampe harga baju di butik terkenal, ato dari lambang parpol favorit sampe artis luar negeri yang lagi banyak dibicarakan orang, ah.. banyak banget lah yang bisa diomongin ma temen deket. Dari yang bercanda sampe yang serius, semuanya ada… bahagia banget pastinya klo punya temen yang bisa diajak dalam suka dan duka.

tapi… ada saatnya pula, temen deket bisa jadi temen yang paling jauh. saat salah satunya ga bisa menerima keburukan ato kekurangan yang lain, ato mungkin ada salah paham yang terjadi. ato.. ato.. banyak sekali alasan yang dijadikan dasar untuk menjauh… namun.. ada banyak alasan pula untuk bisa saling mengampuni dan akhirnya jadi temen deket lagi.

ada saatnya pula… mungkin saat sedang terjadi salah paham… dan jadi berantem kecil ma temen deket itu dan akhirnya menjadi berjauhan, itulah saatnya untuk berhenti sejenak. duduk diam, tenangkan pikiran, dan mulai pikirkan kembali hal-hal indah yang sudah di lewati (klo dah kayak gini, jadi ingat lagunya So7 tentang “Bila kau tak di sampingku”, “Sahabat sejati” — sebagai backsound dari cerita ini juga^^). Mungkin udah jalan Tuhan (krn udah diusahakan berbagai cara ga bisa baikan), bahwa pertemanan sampe di sini, krn tugas untuk mendampingi dia udah selesai. Sekarang saatnya orang lain yang menggantikan tugasmu untuk menemani dia. lalu bagaimana dengan pihak yang lain?… tenang aja, Tuhan juga udah kasih teman baru buat pihak yang lain itu. entah km yang mendampingi ato didampingi, yang pastinya.. akan bisa saling melengkapi.

ternyata.. ngomong tentang “friends” itu ga ada abisnya. klo mau diomongin jeleknya, pasti lebih panjang daftarnya dari pada kebaikannya.. tapi, mari kita coba lihat teman kita itu dari sisi baikny, pasti lebih indah… aku pun sedang belajar untuk melihat dari sisi baiknya… dan emang lebih indah lho…

Selamat menjaga pertemanan yang udah terjalin….

Pendisiplinan Tuhan

Daily Bread  Tagged , No Comments »

Hari ini, aku baru aja nulis tentang unforgettable week. Dan hari ini, Tuhan berbicara lagi melalui renungan yang aku baca. Bahwa, rencana Tuhan itu indah. Minggu lalu, DIA juga udah berbicara lewat renungan tentang rencanaNya, hari ini DIA berbicara lagi hal yang sama, seolah-olah untuk menegaskan padaku, bahwa semuanya terjadi untuk kebaikanku. Dan aku bersyukur untuk itu, artinya.. DIA masih menganggap aku anakNya :)

Thank you Jesus ^^

Ayat bacaan: Ibrani 12:7
========================
“Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?”

pendisplinan TuhanPerubahan arah jalan di kota besar memang bisa membingungkan. Semakin bertambahnya jumlah kendaraan dan ruas jalan yang masih itu-itu saja bisa membuat jalanan semakin padat. Jalan tidak lagi cukup menampung jumlah kendaraan yang melintasinya, dan akibatnya kemacetan pun terjadi. Untuk mengatasi hal itu, salah satu cara adalah merubah ruas jalan, mengalihkan sebagian kendaraan ke jalan alternatif yang mungkin relatif lebih sedikit dilalui kendaraan. Mungkin dengan membuat jalan menjadi satu arah. Jalan satu arah bisa membuat kita harus berputar sedikit lebih jauh untuk bisa mencapai tujuan. Seringkali arahnya terlihat berlawanan, karena kita harus berputar terlebih dahulu, namun pada akhirnya kita akan mencapai tujuan. Seandainya kita mengambil jalur tercepat dan melanggar peraturan? Kita bisa terkena tilang dan akibatnya hanya akan menambah masalah, malah akibatnya kita bisa lebih lama untuk mencapai tujuan.

Sebagai manusia, kita memiliki kemampuan berpikir yang terbatas. Ada kalanya kita tidak mengerti apa yang menjadi rencana Tuhan, dan kemudian menjadi bingung. Akibat ketidakpahaman ini kita bisa jadi memprotes Tuhan, menganggap Tuhan tidak adil, atau bahkan menyalahkan Tuhan ketika Dia sepertinya mengijinkan hal-hal yang “aneh”, yang mungkin memberatkan, untuk terjadi dalam kehidupan kita. Ketika kita merasa berada dalam pihak yang menjadi korban misalnya, terkadang Tuhan malah menyuruh kita untuk memulai perdamaian terlebih dahulu. Ada hal-hal yang secara manusiawi sulit kita terima pada saat-saat tertentu. Ketika Tuhan mendisiplinkan kita, dan itu sakit rasanya, kita pun bisa berteriak dan menganggap Tuhan terlalu keras atau pilih kasih. Ketika Dia menghukum kita, kita menganggap bahwa Tuhan berlaku kasar dan tidak sesuai dengan sosokNya yang penuh kasih. We tend to take everything only according to our thoughts and knowledge. Tapi kita harus tahu bahwa terkadang kita butuh teguran bahkan hukuman, bukan dengan tujuan menyakiti kita, melainkan untuk membangun diri kita agar menjadi layak di hadapanNya, seperti apa yang Dia rindukan bagi kita semua.

Penulis Ibrani melukiskan serangkaian penjelasan mengenai bentuk pendisplinan dan pengajaran Tuhan. “Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” (Ibrani 12:5-6). Tuhan menegur kita bukan karena kejam, namun justru karena Dia mengasihi kita. Justru karena kita dianggapNya sebagai anak-anakNya, yang harus diajar agar benar hidupnya, tidak melenceng sana sini. Anak-anak kita yang masih kecil pun harus kita ganjar dengan hukuman sekali waktu, agar mereka bisa belajar dari kesalahannya dan tidak mengulangi lagi. Seperti itu pula-lah kita dihadapan Tuhan. Betapa inginnya Tuhan menjadikan kita anak-anakNya yang tidak bercela. “Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.” (ay 7,8). Bukan saat kita ditegur dan didisplinkan kita harus bersedih, tapi bersedihlah jika Tuhan justru tidak menunjukkan teguran apapun, dan membiarkan kita terus terseret arus kesesatan semakin jauh dan semakin dalam.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28). Kita sering melihat ayat ini dan menganggap bahwa ini adalah ayat yang berbicara hanya soal “kebaikan” menurut pandangan kita, seperti kenyamanan, pertolongan Tuhan, hidup tanpa masalah dan sebagainya. Tapi ingatlah bahwa sebentuk teguran, peringatan atau hukuman, lembut atau keras, semua itupun termasuk hal-hal yang bertujuan untuk mendatangkan kebaikan. Kita ditegur agar lebih baik, kita dimarahi agar tidak terus melakukan kesalahan, kita dihukum agar tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama. Itu juga mendatangkan kebaikan. Yang pasti, Tuhan menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak, menghajar anak-anakNya agar menjadi pribadi yang benar, sehingga layak di hadapanNya dan layak menerima janji-janjiNya. Tidak selamanya hidup ini mudah dan menyenangkan. Ada masa-masa dimana kita harus menangis akibat penderitaan atau kegagalan. Tapi jangan menyerah, jangan putus asa. Yakobus mengingatkan hal ini, dan menganjurkan agar kita merasa beruntung dan tetap bertekun ketika mengalami pencobaan. “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” (Yakobus 1:2-4). Jangan mundur, dan jangan sakit hati ketika kita didisplinkan. Bisa jadi ada “masa-masa di padang gurun” yang harus kita lewati agar layak memasuki “tanah terjanji”. Malam ini, bersyukurlah atas pergumulan atau permasalahan yang tengah Dia biarkan untuk terjadi dalam kehidupan kita. Tetaplah bertekun hingga memperoleh buah yang matang, hingga anda kembali ke jalur jalan yang benar dan bisa mencapai garis akhir dengan kemenangan yang gilang gemilang. Pada saatnya, anda akan diangkat keluar dan dinyatakan lulus sebagai manusia baru yang telah layak untuk menerima kemuliaan Tuhan.

Bersyukurlah ketika ditegur Tuhan, karena itu tandanya kita dikasihi sebagai anak

——————————————

Source : Renungan Harian Online

Unforgettable Week in May 2009

Written by Petry  Tagged , , No Comments »

Lihat tanggal terakhir post, rasanya udah lama ga nulis di sini, kecuali post dari sebuah blog yang dalam beberapa bulan terakhir ini rajin aku baca. Bulan-bulan ini emang bulan yang menyibukkan, karna ini udah semester terakhir untuk segera menyelesaikan diriku sekolah. fiuhhhhh….. eh ga ding.. Thanks GOD for all of this ^^.

Minggu kemarin, merupakan minggu yang luar biasa dalam hidupku. Belum pernah aku merasakan ketakutan dan kebahagiaan yang seperti itu. Dan saat aku mengalami itu, aku sungguh merasakan bahwa Tuhan itu baik banget! Ga pernah ada Tuhan selain Tuhan Yesusku itu ^^.

Untuk aku bisa lulus sekolah ini, aku harus publikasi paper di sebuah conference. Ehm… aku sudah berusaha membuatnya sejak bulan Februari, tapi saat aku mau submit ga diijinkan sama profesor aku. Akhirnya ditunda hingga bulan Mei. Tanggal 15 Mei, adalah deadline untuk submit paper. Tapi, di minggu itu, kelihatan bahwa prof aku ga setuju untuk submit saat itu. Tapi, ga ada solusi gimana caranya aku bisa submit di tanggal itu, padahal conference itu dia yang usulkan. Dan benarlah.. tanggal 15 itu aku ga bisa submit. Pulang dari lab malam itu, aku ngerasa lemes banget… capek… ga tau lagi mesti gimana. Hari itu, aku yang harusnya bawa sharing FirTu di PD juga ga bisa datang, sedih hari itu… Sherly telp aku malam itu, aku pun juga ga ada semangat.. lemes!!!!

Tapi sebelum pulang, aku dan Pak Erman (dulu dosenku pas S1, sekarang jadi teman satu lab), udah cari conference yang lain. Dan Puji Tuhan, Tuhan kasih conference di ITS. Aku ga tau apa maksud Tuhan kali ini, tapi ini adalah kesempatan yang Tuhan kasih. Dan deadlinenya, sungguh mengejutkan! Tanggal 20 Mei! tapi terus berusaha.. ini kan kesempatan dari Tuhan.

Pas naik ke tempat tidur, aku merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku mulai memikirkan gimana klo aku ga bisa submit paper, aku ga bisa ujian, dan aku ga lulus. Wah, segala pikiran negatif malam itu keluar… Sabtunya, aku ke lab lagi, kerjakan simulasi untuk bahan paperku… sampe sorenya, aku berangkat untuk ke PD. Dalam hati, aku mau ke PD dengan hati yang penuh untuk Tuhan. Dan malam itu, aku yang bawa PD, krn temanku yang harusnya bawa PD ga bisa datang. Malam itu, pas sharing disampaikan, ada satu kata yang menegurku. Sharing malam itu tentang, Marta yang meminta Tuhan Yesus untuk mengijinkan Maria membantunya di dapur. Tapi Tuhan bilang… “Jangan kuatir, krn Maria sudah mengambil bagian yang terbaik.” Kata “jangan kuatir” ini menegurku, mengingatkan jangan kuatir juga akan tesisku. Aku merasakan sedikit tenang….

Setelah PD, teman-teman yang Tuhan tempatkan disekelilingku, Sherly, Hendy, Salim, Susan, Ai Afang, kita semua pergi ke gunung, lihat pemandangan di kota… wahhhhh.. bagussssss banget… saat itu, pikiranku ga ada pada paper sama sekali. Bener-bener refreshing…

Hari minggunya, aku pelayanan di gereja.. full.. ga kepikiran sama sekali sama paperku. Tapi, setelah ibadah selesai.. setelah semua pulang, kembalilah itu rasa ketakutan yang luar biasa. Aku jadi bisa membayangkan, gimana takutnya Tuhan Yesus pas mau di salib. Aku merasakan takut banget. Pas mamaku telp malam itu, akhirnya aku nangis juga.. krn udah ga bisa nahan sendiri. Dan malam itu, mamaku ingatkan tentang percaya, seperti Yairus yang anaknya disembuhkan oleh Tuhan Yesus meski orang2 di sekitarnya udah bilang, ga usah ganggu Tuhan lagi, krn anakmu udah meninggal. Tapi, sungguh luar biasa iman Yairus. Iman yang tak tergoyahkan oleh keadaan sekeliling.

Ternyata, inilah yang Tuhan mau aku pelajari saat ini, yaitu PERCAYA, Fokus sama Tuhan. WOW!!!! Bener, iman itu penting.. percaya itu penting. Susah, tapi harus dilakukan. Dan malam itu, aku merasakan damai yang luar biasa setelah orang tuaku mendoakan aku lewat telp. Wah… malam itu aku bisa tidur dengan nyenyak.

Senin paginya, aku bangun dan mengucap syukur buat hari itu. Aku berangkat ke lab dengan sukacita. Tapi, pas ingat deadline-nya, aku jadi takut lagi.  Sherly bilang ma aku untuk mengucap syukur. Tapiiiiii… hatiku berontak, dan aku ga bisa mengucap syukur. Saat itu, Roh Kudus ingatkan aku, bahwa ini ga bener. Akhirnya, aku offline dari YM dan MSN aku, aku tenangkan diri dan berdoa. Setelah selesai berdoa, aku rasa tenang lagi… Dan pas siangnya, aku dengerin khotbahnya Iin Cipto, di situ Tuhan juga teguhkan janjinya atas diriku lewat kesaksian Iin pas dia juga lagi sekolah di Belanda. Aku senyum-senyum ma Tuhan dan bilang “Terima kasih Tuhan. Aku tahu, janjiMu pasti akan digenapi dalam hidupku.”

Esok harinya, selasa siang aku mendengarkan khotbah lagi. Kali ini yang khotbah adalah papanya Iin Cipto, yaitu Yusak Cipto. Dia berkhotbah tentang Iman juga, dia cerita lagi tentang anaknya, Iin Cipto, yang sekolah di Belanda. Bagaimana Tuhan bekerja saat kita menyerahkan sepenuhnya sama Tuhan. Siang itu, aku senyum-senyum lagi sama Tuhan. WOW! Tuhan itu baik! Sekali lagi, Tuhan pastikan janjiNya dalam hidupku dan aku percaya sepenuhnya padaNya.

Hari rabu tiba, hari itu tanggal 20 Mei. Hari dimana aku harus submit paper. Sekitar jam 11, aku kirim message ke adikku untuk sms ke papa mama untuk berdoa yang kenceng, termasuk dia. Ga lama setelah itu, ada email dari conference yang ada di ITS. Segera aku baca email itu, dan aku tersenyum lagi. Kabar sukacita! Deadline submit paper di undur hingga tanggal 10 Juni. WOW! Tuhan itu baik. Aku terus mengerjakan paper hingga malam hari. Dan Tuhan emang tau, klo hari itu aku masih lum bisa submit paper, makanya diundur…

Hari kamis dan jumat, aku menikmati untuk sesaat.. menghirup udara segar setelah berhari-hari rasanya capek banget. Hari jumat, aku mulai baca renungan lagi… pas banget. Renungan yang harusnya buat kamis (tapi aku ga baca) di situ bilang tentang “Ikuti rencana Tuhan”. Sekali lagi, aku bisa tersenyum sama Tuhan. Emang, ikut rencana Tuhan itu ga semudah bayangan kita. Klo kita, pengennya ya kalo Tuhan tolong artinya tgl 20 Mei kemarin aku bisa submit paper. Tapi, pada kenyataannya bukan itu. Pertolongan Tuhan itu ga selalu seperti yang kita bayangkan. Pengunduran tanggal submit paper itu juga suatu pertolongan Tuhan. Betulkan?…

Benar-benar minggu yang luar biasa yang Tuhan kasih buat aku. Untuk aku bisa mengerti lagi maksud Tuhan dalam hidupku. Ada beberapa hal yang mesti aku pelajari, dan ga selalu harus seperti rencanaku. Tapi menurut rencanaNya… yang pastinya  bakalan indah sesuai dengan waktuNya…. Thank you Jesus ^^


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in