I’m Official Graduate…
Written by Petry Tagged graduate, thank you Jesus No Comments »我很高興!!!
Congratulations! 恭喜!!!
22 July 2009, 8.25 PM. Hari yang bersejarah dalam hidupku. Hari dimana kedua penguji itu memberikan jabatan tangan, congratulations! Now, I’m officially graduate. \^o^/
Setelah perjuangan selama 2 tahun, jatuh.. bangun.. jatuh lagi.. bangun lagi… It’s all because HIS grace
Sebelum aku tulis blog ini, aku sempat baca previous blog Unforgettable Week in May 2009 . Ehm… klo baca itu, aku ingat gimana aku takut ga bisa ikut ujian, gimana takutnya aku ga bisa menyelesaikan sekolah ini dengan baik. But, thanks GOD punya ortu yang dukung aku dan bisa menenangkan hatiku. Sehingga, sejak hari itu aku punya keyakinan klo Tuhan pasti tolong aku, Tuhan buka jalan buat aku. Meski belum kelihatan secara nyata, tapi aku yakin klo pasti akan indah banget hasilnya
Buktinya udah nyata banget. Untuk bisa ikut ujian, aku harus punya paper yang udah di publikasi, dan Tuhan jawab itu di tgl 1 Juli. Meski harus nunggu untuk waktu yang lama, tapi aku senang! Itu proses perjalanan iman yang harus aku lalui. Ehm.. trus, aku harus maju ujian. Ehm.. ini yang ga bisa aku bayangkan. Aku ga punya gambaran apapun tentang apa yang aku mau sampaikan. Tapi, itulah hebatnya Tuhanku. Aku harus melalui proses dimarah-marahin ma prof aku. Aku dah bikin dari chap 1-5, aku kasih ke prof. Dia kasih comment dengan nada yang hmm… klo mau dimasukin hati, pasti bisa luka dimana2. Tapi, dengan kasih dari Tuhan, aku bisa tersenyum dengan comment dia yang demikian. Ga cuma sekali, berkali2 dia seperti itu, tapi balas lagi dengan senyuman
Sampe akhirnya, jadwal ujian ku keluar. Yang harusnya tgl 14, jadi tgl 22 July. Dalam hati, aku sempat kecewa.. knp harus mundur lagi. Tapi satu hal yang aku pelajari, pasti ada rencana Tuhan sehingga harus mundur. Jadinya, mengucap syukur lagi :D. Tibalah hari yang dinantikan, 22 July 2009.
Ortu di Surabaya jg udah menyusun rencana untuk menghadapi The BIG Day, “My Final Defense”. Mereka berangkat lebih awal ke Carat untuk berdoa. Mereka start berdoa 16.35 WIB (ga sangka klo mereka doa dari jam segitu). Pagi itu, mamaku ada kirim sms untuk berdiam diri di hadapan Tuhan, maka akan dapat kekuatan baru seperti burung rajawali. Sorenya, sebelum maju ujian, mama krm sms lagi “majulah bersama Tuhan. Dia yang akan menjawab setiap pertanyaan. Jangan lupa panggil namaNya.” Dan aku maju bersama DIA, yang memberikan kekuatan padaku. Tak lupa, aku jg sms laose, dan teman2 gereja buat dukungan doa.
Setelah presentasi, ada sesi tanya jawab. Dari Prof Hu cuma ada sekali pertanyaan. Dari Prof Chung ada 3 kali, tapi “basic” banget. hahaha.. pertama, selama 2 tahun ini apa yang udah km pelajari dengan riset ini?… kedua, apakah km cukup yakin dan bisa mengembangkan ilmu yang sudah km dapat ini di dalam karir km?… ketiga, kontribusi apa yang km berikan bagi?… km harus berikan jawaban, jika tidak berarti km gagal. Pertanyaan yang sangat-sangat basic
WOW!
Selesai presentasi dan Q&A (membutuhkan 40 menit), aku di suruh keluar dan mereka berunding. Tak lama kemudian, mereka keluar dan memberikan aku jabatan tangan, artinya aku LULUS!!!!!! Puji TUHAN!!!!! Segera, aku sms papa mamaku, aku sms Sherly juga yang langsung di balas telp.
Papaku membalas smsku, dan bilang… Puji Tuhan, papa mama juga baru selesai berdoa pas sms km masuk. Ternyata mereka berdoa dari jam 16.35 - 20.25 WIB. Ehm.. ga heran pertanyaan dari Prof Chung demikian. Ternyata ada yang berdoa “kenceng” banget. Aku jadi membayangkan seperti ini, papa mamaku seumpama Harun dan Musa yang berjaga-jaga di atas bukit, sedangkan aku adalah Yosua yang maju berperang.
Pagi ini, papaku kirim sms “Lama sudah moment kemarin Papa tunggu, akhirnya datang jua ditambah lulus lagi, tak habis-habisnya bersyukur n sukacita. Dulu nunggu tgl 14-7, lama dan ditunda. Sekarang bebas lega sudah.” Aku bisa bayangkan gimana papa mamaku pun juga ikut seneng. Selama ini, aku bisa cerita semuanya ke mereka tentang problema yang aku hadapi selama kuliah.. dan sekarang selesai sudah. Puji Tuhan!
Aku bersyukur punya Prof seperti Lai. Yang udah Tuhan kirim buat membimbing aku dan juga “membentuk” karakter aku saat berhadapan dengan dia. Saat dimana dia memandang rendah dan under-estimate terhadap aku, tapi aku harus tetap bangkit dan ga boleh kalah dengan “penilaian” dia terhadap aku. Saat dia marah-marah, aku harus tetap tersenyum. Saat dia bad mood, aku harus tetap good mood.
Tak lupa juga, aku mau terima kasih buat teman-teman yang udah berdoa dan juga mendukung aku dalam study. Klo disebutin satu-satu, bisa panjanggggg banget. Tuhan memberkati kalian semuanya… berkat melimpah atas kalian
Thank you Jesus^^…
It’s only by YOUR grace that I could live today, forever I will praise YOUR name



Perubahan arah jalan di kota besar memang bisa membingungkan. Semakin bertambahnya jumlah kendaraan dan ruas jalan yang masih itu-itu saja bisa membuat jalanan semakin padat. Jalan tidak lagi cukup menampung jumlah kendaraan yang melintasinya, dan akibatnya kemacetan pun terjadi. Untuk mengatasi hal itu, salah satu cara adalah merubah ruas jalan, mengalihkan sebagian kendaraan ke jalan alternatif yang mungkin relatif lebih sedikit dilalui kendaraan. Mungkin dengan membuat jalan menjadi satu arah. Jalan satu arah bisa membuat kita harus berputar sedikit lebih jauh untuk bisa mencapai tujuan. Seringkali arahnya terlihat berlawanan, karena kita harus berputar terlebih dahulu, namun pada akhirnya kita akan mencapai tujuan. Seandainya kita mengambil jalur tercepat dan melanggar peraturan? Kita bisa terkena tilang dan akibatnya hanya akan menambah masalah, malah akibatnya kita bisa lebih lama untuk mencapai tujuan.